3.11.2013

KITA

Orang bilang cinta itu rumit.
Lebih rumit lagi ketika harus menarik perhatian orang yang kamu cintai itu,
mungkin tujuannya agar balas mencintaimu.

Bagi saya justru sebaliknya. Atau mungkin malah bagi kita.
Kita tidak perlu banyak berkata untuk tahu apa yang kita rasa.
Kita tidak butuh  banyak suara, biarkan saja keheningan memecah suasana.
Kamu tidak perlu berkoar tentang politik, menggunakan mic, dan menggelitik para penguasa yang pantas dikritik.

Saya cukup mendengar kesunyian yang dipecah oleh gemingmu yang sempurna.
Atau mungkin mendengar dengkurmu di dalam hari yang selalu berhasil membuat saya terjaga dan merasa dijaga.
Atau bahkan menyimak igauanmu yang ngalur ngidul entah kemana.

Saya tidak mengerti puisi cinta, atau filosofi dibalik sebuket bunga mawar berwana merah, merekah.
Saya hanya mengerti bahasa dari setiap anggota tubuh yang kamu gerakan.
Saya hanya mengerti isyarat dalam setiap senyum yang kamu berikan.
Saya lebih suka membiarkan perasaan kita menari, bernyanyi, saling mengalir dalam banyak arti, tanpa harus dipaksa untuk mengerti.
Saya hanya akan membiarkan ketertarikan ini terisi oleh kita, duduk berdua, dalam diam di sebuah ruangan gelap, terlihat hampa namun bercerita.

Kita sungguh lebih dari sebuah kata cinta.
Kita sahabat, kekasih, saudara.
Makna kita berada di atas segalanya.
Post a Comment